Serial Daraemon Merupakan Film Terbaik Dimasanya Yang Sangat Mendidik Part 2

http://www.atm303.com/

Dilansir atm303, Plot dalam Film panjang Doraemon satu ini dimulai dari kisah seorang anak di masa pra sejarah. Suatu hari, anak ini pergi memancing. Ketika pulang, dia menjumpai kampungnya habis dilalap api dan rata dengan tanah. Di saat yang sama di masa depan, Nobita berencana kabur karena alasan standar: nilai tesnya jeblok. Ternyata, teman-temannya: Shizuka, Giant, Suneo, dan bahkan Doraemon ingin kabur. Mereka semua akhirnya berunding untuk mematangkan rencana mereka. Akhirnya, mereka sepakat untuk pergi ke Jepang 70.000 tahun di masa lalu dan mulai membangun sebuah negara serta menyusun pemerintah—kelak kita tahu apa yang mereka dirikan jadi benih negeri Jepang modern.

Perbudakan pun ditampilkan secara blak-blakan di Nobita’s Dorabian Nights. Shizuka dikisahkan tersesat di buku cerita Seribu Satu Malam sementara Nobita mendapat mimpi melihat cem-cemannya dirantai dan diarak menuju kapal tempat budak dijual. Ini dia salah satu yang khas dari Doraemon: meski cuma cerita anak, Doraemon diimbuhi fakta sejarah yang lumayan akurat dengan satu tema utama, ketamakan. Tetap saja, seberat apapun kisahnya, plotnya yang kadang menyinggung legenda populer yang dijabarkan dengan cara menyenangkan.

Mau yang lebih keren lagi? Doraemon juga pernah menyinggung fenomena OBE (out of body experience) di Doraemon: Nobita’s Three Visionary Swordsmen. Christopher Nolan? lewat! INCEPTION? cupu!

Isu yang paling sering diangkat dalam serial Doraemon adalah permasalah lingkungan. Setidaknya, kamu bisa membuktikannya di Doraemon: Nobita and the Kingdom of Clouds, Doraemon: Nobita and the Knights on Dinosaurs dan Doraemon: Nobita’s Dinosaur.

Namun, film panjang Doraemon yang paling ‘jleb’ dan sukses bikin saya dan kawan-kawan menangis adalah Doraemon: Nobita and the Spiral City dan Doraemon: Nobita and the Animal Planet. Dengan menampilkan hewan dan mainan bak makhluk hidup yang memiliki hati dan perasaan, dua film ini berhasil menggambarkan kehidupan yang damai sebelum direcoki tangan-tangan jahat manusia.

Di Spiral City, perwujudan semesta yang dikenal dengan nama Seed Sower berusaha menyemai kehidupan di Bumi dan Mars namun gagal. Akhirnya, dia memilih sebuah planet mainan sebagai tempatnya menciptakan kehidupan. Kali ini, Seed Sowe berhasil! Semua berjalan lancar sampai seorang buronan kabur dari Bumi dan membakar hutan di planet mainan.

Sedangkan dalam Animal Planet, semua hewan memiliki wujud mirip manusia. Plus, mereka punya jiwa dan bisa merasakan emosi. Alhasil, hewan-hewan ini membentuk masyarakat yang sangat menghargai alam. Namun, ada satu suku, Nimuge, yang getol banget menyia-nyiakan sumber daya dalam. Mereka juga serakah sampai begitu bernafsu menginvasi beragam planet, salah satunya Planet Binatang, guna menguasai sumber dayanya. Pendek kata, Doraemon dengan sangat halus bercerita tentang kolonialisme dan pencaplokan ekosistem alam negara jajahan.

Setelah membaca dan menonton anime Doraemon, aku dulu sering berdoa suatu saat robot kucing imut akan keluar dari laci meja belajar di kamar. Aku berharap dia menjadi pemanduku menjalani hidup sehari-hari. Tentu saja, itu hanya impian kosong. Doraemon tak ada bagi kita. Dia hanya melayani Nobita. Namun, aku akan tetap menghargai jasa Doraemon yang mewarnai masa kecilku. Dari serial inilah, aku terus bertahan melewati masa kecil, remaja, dan kemudian masa dewasa yang menakutkan.

Doraemon dikirim oleh cicit Nobita dari masa depan, untuk melindungi dan mendampingi bocah kagok itu menghadapi keseharian, mengambil macam-macam pelajaran dari kerasnya kehidupan. Karenanya secara tidak langsung, tidak keliru bila saya merasa Fujiko F. Fujio, kreator Doraemon, mengirim robot kucing ini untuk kita semua: anak-anak di seluruh dunia.